Friday, 5 December 2014

Setelah hampir satu bulan vacum akibat balada mahasiswa tingkat akhir, sekarang akhirnya saya bisa mencuri sedikit waktu untuk menulis kembali :’D
Mungkin sebelumnya saya ingin sedikit curcol mengenai penderitaan saya sebagai mahasiswa tingkat akhir. Mahasiswa tingkat akhir, ya mungkin itu sejenis julukan yang harus dibanggakan dan segera diakhiri. Tugas akhir baik itu Karya Tulis, Skripsi dan lain sebagainya akan menghantui kalian, ditambah Praktek Lapangan serta berbagai laporan yang merengek minta dikerjakan. Sebagian dari tugas itu akan membuat tubuh anda melakukan aktifitas yang monoton seharian penuh. Dari pagi sampai sore menyambut anda harus duduk manis memandangi komputer dengan posisi yang hanya bisa dirubah sekian centimetre tiap jam nya. Capek, pegal, lelah tentu saja hal yang biasa, untuk menghilangkan rasa pegal kebanyakan orang termasuk saya sendiri terbiasa meregangkan dan meremas jari tangan hingga berbunyi ‘ctek-ctek’. Bukan hanya jari tangan, orang-orang juga sering meregangkan ketegangan otot dengan menggoyangkan pinggang atau mematahkan leher hingga menimbulkan bunyi 'kretek-kretek'. Banyak yang bilang bahwa kebiasaan ini dapat menghilangkan stres, rasa lelah, dan menciptakan rasa nyaman bagi yang melakukannya, ada pula yang mengatakan bahwa kebiasaan ini seperti terapi pijat dalam skala yang lebih kecil. Bagi Anda yang sudah sering melakukannya, mungkin kebiasaan ini sudah Anda lakukan tanpa disadari lagi. Semua kebiasaan itu memang membuat tubuh merasa lebih baik, namun apakah hal tersebut baik dan tidak berbahaya jika dilakukan secara terus menerus?

Pertama-tama mari kita bahas kenapa sendi bisa berbunyi “kretek-kretek”?
Kedua ujung tulang pada sendi yang bergerak di selimuti cairan Synovial, yaitu pelumas bening dan tebal yang bertugas melumasi sendi agar bisa bergerak bebas. Cairan Synovial ini mengandung gas Karbondioksida (CO2). Jika tidak ada cairan ini, maka sendi kita akan susah bergerak karena tak ada pelumas. Saat kita mematahkan buku-buku jari kita, sebenarnya kita mendorong sendi keluar dari posisi normalnya dan mengembalikan lagi ke posisi awal. Disaat sendi berubah posisi, volume ruang pada sendipun bertambah. Karena meningkatnya volume ruang inilah tekanan di dalamnya pun menurun, begitu pula tekanan cairan Synovial. Saat tekanan cairan Synovial turun, gelembung CO2 didalamnya meningkat drastis hingga pada puncaknya meletup. Inilah kenapa sendi jari kita berbunyi 'ctek'. Setelah di 'ctek-ctek' sendi memang terasa lebih luwes bergerak, itu karena organ Golgi Tendon (sekumpulan syaraf ujung yang mengatur indra gerak manusia) akan berstimulasi dan otot- otot disekitarnya mengendur, inilah alasan yang sering membuat kita ketagihan untuk melakukan aktifitas yang menimbulkan bunyi ‘ctek-ctek’ pada sandi kita.

Nah, berbahayakah kebiasaan ‘ctek-ctek’ pada jari tangan?
Dr. Rachel Vreeman, asisten professor dari ahli pediatric di Indiana University School of Medicine mengatakan dalam penelitiannya tentang fungsi tangan pada orang dengan dan tanpa radang sendi, bahwa mereka yang menderita arthritis cenderung tidak memiliki kebiasaan suka membunyikan ruas jarinya. Dalam kata lain, tampaknya kebiasaan ini bukanlah penyebab dari kondisi radang sendi tangan. Sebuah penelitian melibatkan 300 orang yang telah membunyikan buku jarinya selama 35 tahun. Memang, hasilnya tidak ada kasus artritis pada tangan mereka. Namun, efek lainnya adalah mereka memiliki sendi yang membesar, tangan mereka menjadi lebih lemah, berkurang seperempat dari kekuatan tangan yang seharusanya.

Menurut Anatomy and Physology Instruttors Cooperative, kebiasaan ini bisa menyebabkan kerusakan jaringan lembut pada pembungkus cairan sendi dan menyebabkan meurunnya kekuatan genggaman. Hal ini bisa mempengaruhi aktivitas yang mengandalkan jari tangan seperti menggenggam. Energi yang hilang dalam sendi sangat rendah, hanya sekitar 7% dari yang diperlukan untuk merusak tulang. Tetapi, bila terlalu sering melakukannya, bisa dihitung sendiri dan hasilnya tentu sangat berbahaya. Jadi, membunyikan buku jari tangan dan persendian tulang lainnya akan terasa saat kita tua nanti, 35 hingga 40 tahun mendatang
Jadi mulai sekarang, ayo kita tinggalkan kebiasaan buruk tersebut.

Semoga bermanfaat, Happy blogging ^_^




Sumber:
http://cetronews.blogspot.com/2014/10/jangan-biasakan-ctek-ctek-jari-tangan.html
http://www.apakabardunia.com/2012/06/mengapa-membunyikan-leher-dan-buku-jari.html
http://www.gigisehatbadansehat.com/2012/01/tentang-kebiasaan-membunyikan-ruas-jari_11.html


>>Read More

Friday, 24 October 2014

PMS! ya PMS! mungkin ini adalah suatu momok yang selalu menghantui para pria setiap bulannya terutama para pria yang sudah mempunyai pacar. Btw PMS itu bukan penyakit menular seksual ya guys -_- PMS atau nama ribetnya Pre Menstruation Syndrome adalah suatu kejadian misterius yang akan dialami oleh cewek setiap bulan. Pre Menstruation Syndrome (sindrom yang terjadi menjelang menstruasi) adalah hal yang pasti terjadi pada setiap perempuan normal. Mungkin PMS itu ibarat neraka bagi cowok. Tidak diragukan lagi, keganasan cewek PMS mungkin bisa melebihi singa yang kehilangan anaknya.  Dia bisa tiba-tiba marah, minta putus, minta balikan lagi, minta ini, minta itu, minta A, minta B, dan banyak lagi keganasan-keganasan yang akan membuat cewek anda terlihat seperti seorang alien. Di saat-saat seperti inilah cowok merasa tidak mengenal lagi pasangannya. Yes, mereka sudah berubah menjadi makhluk paling menyeramkan.

Nah apa yang sebenarnya terjadi saat wanita mengalami PMS?

PMS biasanya dialami wanita menjelang menstruasi.  PMS datang dengan serangkaian gejala fisik dan psikologis. Rangkaian gejala ini muncul akibat perubahan keseimbangan hormon di dalam tubuh wanita. Gejalanya berkaitan, walaupun yang sering kali “disalahkan” adalah gejala psikologisnya (mood jelek, uring-uringan, jadi galak, dst). Gejala PMS yang bersifat fisik meliputi kram (nyeri) perut, susah buang air besar, nyeri payudara, insomnia, sakit kepala, dll. Gejala fisik yang dialami ketika PMS bermacam-macam dan bisa bervariasi antara wanita yang satu dengan yang lain. Ada yang gejalanya ringan sehingga nggak dirasakan wanita yang bersangkutan. Ada juga yang PMS-nya parah banget, sampai membuat si wanita pingsan atau nggak bisa ngapa-ngapain selain tiduran beberapa hari. PMS normalnya berlangsung beberapa hari menjelang menstruasi (umumnya seminggu sebelumnya) dan bisa juga baru berakhir setelah hari ketiga menstruasi.

Karena efek psikologis PMS sendiri masih jadi perdebatan di kalangan para ilmuwan, banyak pria jadi punya argumen untuk tidak meladeni dan menyepelekan PMS. Padahal, semua gejala fisik dari PMS adalah nyata senyata-nyatanya. Semua rasa sakit itu nyata. Bila perut kamu diinjak-injak seharian, saya jamin kamu akan sulit untuk senyum pada orang yang bikin kamu kesel. Kamu mungkin akan menghajarnya dan melampiaskan rasa sakit yang kamu alami tanpa pikir panjang. So, cowok tolong mengertilah, ini semua diluar kuasa para cewek, please respect the pain.

Setelah tadi saya sudah menjelaskan panjang lebar tentang apa itu PMS dan bagaimana rasanya mengalami PMS, sekrang kita langsung masuk ke inti pemasalahan. APA YANG SEHARUSNYA DILAKUKAN COWOK KETIKA CEWEKNYA PMS? Untuk para cowok tolong disimak baik-baik dan diresapi sampai ke sumsum tulang… hehe

Keep calm
Cewek kalau lagi PMS itu emosinya naik turun kayak roller coaster. Naik roller coaster sih enak ya tapi kalau cewek PMS bikin serba salah dan memusingkan. Bisa jadi pas lagi asik ngobrol tiba-tiba doi marah untuk alasan yang gak jelas. Terus, beberapa menit kemudian ketawa-ketawa lagi, serasa gak pernah terjadi apa-apa gitu. Moodnya kayak saklar, on off sesuka hati. Jadi untuk para cowok ga usah pada pusing, keep calm aja, jangan ikut terpancing dengan emosi doi. Disini kalian harus memanjang kan perut kalian sepanjang tembok Cina. PMS juga momen yang pas untuk melatih kesabaran kalian, jadi tarik nafas dalam-dalam dan apapun keganasan yang dilakukan pacar kalian anggap saja itu sebuah ilusi :’D

Turuti apa keinginan si cewek
Cewek kalo lagi PMS itu banyak maunya. Moodnya akan berubah kalo dia nggak nyaman. Maka dari itu disarankan untuk tidak membawa dia ke tempat yang dia kurang suka. Jagalah mood mereka tetap stabil. Sebagai kekasih yang baik hati tolonglah kabulkan keinginan para cewek PMS ini. OK guys sebulan sekali aja, itung – itung kalian nabung pahala. Tapi permintaan yang masih dalam batas wajar ya, kalo disuruh nyebur ke kali jangan mau :v

Cewek PMS itu makannya banyak
Mungkin cewek mu yang awalnya kurus kering dan makannya cuma 1 gram ketika sedang PMS mendadak menjadi kalap dengan makanan. Lapar menjelang menstruasi disebabkan oleh kadar gula darah yang menurun. Sehingga menyebabkan tubuh butuh asupan gula lebih banyak. Perubahan hormon juga menyebabkan tubuh ingin mencari kenyamanan. Dampaknya, cewek yang lagi PMS ingin menenangkan tubuhnya dengan makanan yang muncul di otaknya. Gak jarang mereka ngidam aneh-aneh pas PMS. Please jangan tanyakan mengapa, nafsu makan itu timbul begitu saja, sekarang makan mungkin satu jam kemudian lapar kembali menyerang. Itu semua diluar kendali. Jadi untuk para cowok jangan protes, yang harus kalian lakukan adalah diam dan biarkan saja. Ini tidak akan berlangsung lama beberapa hari lagi pacar kalian akan kembali normal seperti sedia kala.

Saat PMS cowok adalah pihak yang selalu salah
Dalam masa PMS, cowok 99,95% selalu menjadi pihak yang salah sementara dalam 0,05% kasus, cewek mau mengaku salah. Dalam masa PMS, hal yang kamu lakukan atau tidak lakukan bisa menjadi bumerang buat kamu. Hah gimana sih? Jadi bingung. Jangan bingung. Emang begitu adanya. Dalam masa PMS, salah paham akan menjadi hal yang sangat lumrah. Seringkali kamu mengatakan sesuatu yang maksudnya baik, tapi si cewek akan menyalahartikannya menjadi sesuatu yang sangat salah sehingga dia marah. Poin paling penting ketika kamu sedang berhadapan dengan cewek yang PMS adalah jangan menanyakan salah kamu apa, karena pada dasarnya kamu juga tidak akan mendapatkan jawaban yang memuaskan. Mengertilah bahwa pada dasarnya mereka marah sama kamu bukan karena mereka beneran marah sama kamu. Itu masalah hormon-hormon gitu deh. Gak jelas dan ngeselin sih emang, tapi PMS itu beneran gak enak. Jadi yah mungkin kamu emang harus ngertiin aja kali ya, ntar juga baik lagi kok.

Mood yang labil tentu membuat cewek selalu mempermasalahkan segala sesuatu yang sebenarnya tidak perlu dipermasalahkan bersama pasangannya. Cenderung kesal terhadap pasangan mereka masing-masing dapat membuatnya bertengkar dengan pasangannya. Sebagian besar cowok akan menjadi bingung ketika kekasih mereka berada pada fase PMS ini. Nah ketika kalian berada pada kondisi ini, maka sebaiknya kalian dapat memahami si doi yang sedang bad mood menjelang datang bulan. Oleh karena itu, kaum pria tentunya harus mampu memahami pasangan wanita yang berada pada kondisi ini, sehingga nantinya ketika si cewek marah ataupun bad mood, pihak cowok tidak menjadikan hal tersebut sebagai suatu alasan yang dapat menimbulkan pertengkaran dan dikhawatirkan membuat hubungan asmara kalian berakhir. Ga lucu dong ya kalau tiba-tiba putus cuma gara-gara PMS. Ok Guys semoga informasinya bermanfaat ya dan semoga lebih diberi kesabaran untuk menghadapi para cewek PMS. Oya, jangan lupa cek kalender siapa tau besok pacar kalian sudah mulai PMS. Hehehehe

Happy Blogging \(^o^)/






Sumber:
http://kelascinta.com/relationship/menghadapi-pms-dalam-pacaran
http://segiempat.com/asmara-cinta/tips-percintaan/tips-pria-5-cara-menghadapi-kemarahan-kekasih-saat-pms/
http://28shared.blogspot.com/2012/04/yang-harus-dilakukan-ketika-cewek-kamu.html
http://troycompany.com/7-hal-yang-dibenci-cowok-dari-cewek-pms/#.VEo3pyKUd2k
>>Read More

Monday, 8 September 2014

Tertawa adalah hal wajar yang bisa dialami oleh semua orang, orang bisa tertawa karena mendengar atau melihat  hal-hal lucu. Orang juga bisa tertawa karena rangsangan yang disengaja, misalnya karena digelitik. Berbicara mengenai gelitik menggelitik (ga ada hubungan sama goyang itik ya :3) tentu saja hampir semua pernah mengalami hal tersebut. Saat kita digelitik tubuh kita akan merasa geli dan rangsangan berupa gelitikan tersebut akan ditanggapi oleh tubuh kita dengan tertawa terpingkal-pingkal. Nah, lain halnya jika yang menggilitik tubuh kita adalah diri kita sendiri. Pernahkah kalian mencoba menggelitik diri sendiri? Apa yang kalian rasakan? Tidak terjadi apa-apa bukan? Hal ini sungguh berbeda jika yang menggelitik kita adalah orang lain. Bagaimana hal tersebut bisa terjadi? Mari simak ulasan berikut ini. :)



Sebagian besar orang pasti memiliki titik-titik geli di tubuhnya yang mudah ditemukan. Terdapat banyak titik di tubuh yang bisa menjadi tempat untuk merangsang geli dan membuat orang tertawa, seperti di lutut, bagian belakang leher, ketiak, pinggang dan telapak kaki. Tawa yang timbul saat orang lain menggelitik merupakan suatu reaksi alami. Biasanya tempat yang paling geli adalah tempat yang sangat rentan terhadap serangan, setidaknya di sekitar bagian atas tubuh. Pada bagian ketiak mengandung pembuluh darah dan arteri, serta memungkinkan akses leluasa ke jantung karena tulang rusuk sangkar tidak lagi memberikan perlindungan kepada rongga dada di sekitar ketiak.

Para ilmuwan menemukan bahwa perasaan yang dialami saat orang lain menggelitik akan membuat ia menjadi panik dan merupakan salah satu pertahanan tubuh alami. Karena perasan tersebut merupakan cara memberitahu tubuh bahwa ada sesuatu di bagian tubuhnya. Seperti dikutip dari Howstuffworks, saat orang lain menggelitik merupakan salah satu keadaan yang tidak terduga, sehingga menyebabkan seseorang merasa gelisah dan panik yang mengarah pada perasaan geli. Rasa geli tersebut akan memunculkan respons tawa yang tak terkendali. Beberapa orang ada yang mudah sekali geli yang membuatnya mulai tertawa bahkan sebelum orang lain menyentuhnya.

Lalu kenapa tidak geli saat menggelitik diri sendiri? Sebagian besar penjelasan untuk pertanyaan ini masih belum diketahui, namun penelitian telah menunjukkan bahwa otak sudah terlatih untuk mengetahui apa yang harus dirasakannya ketika seseorang bergerak atau melakukan fungsi tertentu. Jika seseorang ingin menggelitik diri sendiri, maka otak sudah mengantisipasi kontak dari tangan dan telah mempersiapkan kondisi tersebut. Dengan mengontrol rasa kegelisahan dan kepanikan, maka tubuh tidak lagi merespons hal yang sama ketika ia menggelitik dirinya sendiri. Peneliti dari University College London telah menemukan bahwa otak kecil (cerebellum) yang mencegah seseorang merasa geli tersebut. Otak kecil adalah daerah yang terletak di dasar otak dan memantau pergerakan seseorang, karenanya otak kecil mampu membedakan antara sensasi yang diharapkan dengan sensasi yang tak terduga. Jika otak sudah bisa mengenali sentuhan yang akan datang, hal ini akan membuat saraf respons tidak terlalu intens. Inilah yang membuat seseorang tidak bisa mnggelitik diri sendiri. Misalnya, waktu kita menggerakkan jari tepat di bagian bawah pinggang kita sendiri, otak kecil sudah mengetahui lebih dulu sehingga mengirim tanda penundaan reaksi. Tetapi kalau itu dilakukan orang lain, kita akan merasa geli karena tidak terjadi penundaan reaksi. Kalau kita tidak dapat menahan rasa geli, kita akan tertawa.
Semoga bermanfaat, happy blogging :)




Sumber:
http://www.langitberita.com/tanyakenapa/12868/mengapa-menggelitk-diri-sendiri-tdak-terasa-geli/
http://news-item.blogspot.com/2013/02/mengapa-menggelitik-diri-sendiri-tidak.html
http://health.detik.com/read/2010/09/09/160849/1438555/763/kenapa-tidak-geli-saat-gelitik-diri-sendiri
>>Read More

Monday, 4 August 2014

Penuaan adalah proses yang pasti dialami oleh setiap orang. Salah satu tanda penuaan pada rambut adalah timbulnya uban. Rambut putih alias uban biasanya identik dengan rambut kakek dan nenek. Semua orang tentunya mengharapkan uban atau rambut putih muncul ketika sudah menginjak usia lanjut. Tapi uban tak selalu berkaitan dengan usia, karena banyak juga orang yang masih muda sudah ubanan. Nah hal ini tentu saja akan membuat risih dan mengganggu penampilan yang kemudian akan memicu kita untuk mencabutnya. Tapi tahukah anda ternyata mencabut uban dapat menimbulkan hal yang merugikan kesehatan?

Bagi kalian yang punya kebiasaan mencabut uban, sepertinya harus mulai menyadari kebiasaan itu tidak hanya dapat menghilangkan uban akan tetapi juga dapat membahayakan kulit kepala anda dan yang lebih parah dapat juga membahayakan saraf kepala. Mencabut uban bisa mengakibatkan terganggunya sel-sel saraf kulit kepala. Seperti diungkapkan Dermatologi, dr Fermanina Santoso, di bawah lapisan kulit kepala terdapat banyak sel yang bisa terganggu jika rambut dicabut. Nah jika Anda terlalu sering mencabutnya, tidak menutup kemungkinan pertumbuhan rambut akan terhambat. Kebiasaan mencabut uban akan mengganggu saraf, sehingga sinyal saraf untuk memproduksi warna rambut akan terganggu. “Pertumbuhan dan warna rambut akan terganggu karena mencabut uban,” paparnya.

Pertumbuhan rambut terbagi dalam tiga tahap, yaitu tahap pertumbuhan atau anagen yang membutuhkan sekitar 2 – 6 tahun. Tahap kedua ada kotagen yang pertumbuhannya selama 3-6 minggu, dan yang ketiga ada tahap telogen, yaitu masa ketika rambut telah tumbuh dan terus memanjang dan akhirnya rontok. Setelah melewati tiga tahapan itu, rambut memulai kembali fase pertumbuhannya, dan terus berulang. Tidak hanya menggangu pertumbuhan rambut saja, pengaruh mencabut rambut putih juga bisa jadi penyebab terjadinya sakit kepala. “Mencabut uban juga bisa mengakibatkan sering pusing. Selain itu, rambut juga tidak bisa tumbuh karena folikel rusak,”imbuhnya. Uban sama seperti rambut hitam biasa yang akan mengalami proses kerontokan. Jadi bila didiamkan akan rontok dengan sendirinya karena itu adalah proses alami, dan untuk itu sebaiknya tidak mencabut rambut atau uban dengan paksa demi kesehatan kulit kepala dan rambut.

Uban merupakan tanda-tanda penuaan yang wajar dan alami, namun bagaimana jika uban dialami oleh orang yang masih muda? Pernahkah kalian bertemu dengan seseorang yang usianya masih tergolong muda, yaitu sekitar 20-an, tapi rambutnya sudah tumbuh uban di sana-sini. Bisa jadi, kalian juga mengalami hal yang sama. Padahal usia Anda masih 30-an, masih tergolong relatif muda untuk beruban kan? Secara medis, uban sebetulnya tidak
mengganggu kesehatan tubuh. Namun, akan sedikit menganggu penampilan.

Penuaan dini pada rambut terjadi karena berbagai faktor. Misalnya, faktor genetik, pemakaian zat kimia tertentu, shampoo yang mengandung sulfur atau menderita penyakit kekurangan darah (anemia pernisiosa). Namun Anda tak perlu khawatir, sebelum uban itu muncul ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegahnya.
Mencegah Stres
Tekanan yang sering dialami remaja pada zaman modern seperti ini merupakan salah satu penyebab munculnya uban. Hal ini disebabkan karena tekanan dari pelajaran yang mereka pelajari di sekolah. Stres merupakan salah satu faktor penyebab timbulnya penuaan pada rambut. Oleh karena itu, dengan lebih bersantai dan rileks, Anda dapat mencegah timbulnya uban sebelum waktunya.

Menjaga Kebersihan Kulit Kepala
Riset yang dilakukan oleh dermatologis dunia menunjukan bahwa ketombe juga merupakan salah satu penyebab timbulnya uban. Gunakan sampo anti ketombe atau perasan jeruk lemon sebagai alternatif pilihan yang alami untuk menghilangkan ketombe.

Mengatur Pola Makan
Malnutrisi adalah salah satu penyebab timbulnya uban atau penuaan dini pada rambut. Diet secara berlebihan mengakibatkan kurangnya asupan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Hal ini mengakibatkan tubuh dan rambut mengalami penuaan sebelum waktunya. Oleh karena itu, aturlah pola makan dengan baik dan seimbang untuk mencegah penuaan dini pada rambut dan tubuh Anda.

Mengkonsumsi Makanan yang Kaya Akan Zat Besi
Kekurangan zat besi dapat mengakibatkan munculnya uban. Zat besi membantu tubuh memproduksi melanin yang dapat memberi zat warna pada rambut. Konsumsilah seafood, terutama kepiting, bayam, lemon dan jamur yang memiliki kandungan zat besi yang tinggi.

Lakukan Perawatan yang Teratur pada Rambut
Lakukan perawatan pada rambut untuk mencegah terjadinya penuaan dini pada rambut. Usapkan campuran labu dan coconut oil selama kurang lebih satu jam pada rambut, lalu bilas. Lakukan secara teratur agar mencegah terjadinya penuaan dini atau tumbuhnya uban pada rambut indah Anda.

Semoga bermanfaat, happy blogging :)




Sumber:
http://meetdoctor.com/article/penyebab-tumbuhnya-rambut-uban#
http://wolipop.detik.com/read/2012/11/24/131251/2100149/234/cara-mengatasi-rambut-beruban-saat-usia-masih-muda
http://cara-kamu.blogspot.com/2014/01/11-cara-merawat-rambut-beruban-di-usia.html


>>Read More

Sunday, 3 August 2014

Pernikahan merupakan suatu ikatan suci antara dua orang yang saling mencintai. Setiap orang pasti memimpikan bila menjadikan pernikahan sebagai suatu peristiwa sakral yang pertama dan terakhir, serta mendapatkan pasangan hidup yang setia dan selalu ada di samping, baik dalam masa suka maupun duka. Karena itulah, meski sulit dibuktikan secara logis, jari manis kita sebagai “pelabuhan” cincin pernikahan terasa sulit dipisahkan bila telah disatukan.


Bentuk lingkaran dari cincin menjadi simbol keabadian, karena potongannya yang tanpa akhir. Makna ini dipercaya bukan hanya oleh orang Mesir, tapi juga budaya kuno lain. Lubang di tengah cincin pun juga memiliki makna, bukan hanya dianggap sebagai ruang, tapi juga pintu gerbang yang mengarah ke hal-hal maupun kejadian yang sudah diketahui maupun yang belum diketahui. Dengan memberikan wanita sebuah cincin menandakan cinta yang abadi dan tanpa akhir.

Dulu cincin perkawinan dikenakan di jari yang berbeda-beda, termasuk ibu jari, bahkan pada kedua tangan kanan maupun kiri. Menurut tradisi yang dipercaya berasal dari masyarakat Romawi, cincin perkawinan dikenakan di jari manis tangan kiri karena adanya vena (pembuluh darah) pada jari tersebut, yang disebut ‘Vena Amoris’ atau ‘Vein of Love’ (Vena Cinta), yang terhubung langsung ke jantung. Tapi teori ini ditepis oleh para ilmuwan. Meskipun demikian, mitos ini masih terus bertahan dan masih dipercaya oleh mereka yang romantis sebagai alasan utama mengenakan cincin pada jari manis kiri.

Jari manis manusia identik dengan cincin perkawinan. Banyak yang bertanya, kenapa cincin perkawinan harus disematkan di jari manis, tidak di jari lain? Nah, untuk mengetahui alasannya, coba ikuti langkah-langkah berikut ini:
  • Pertemukan kedua telapak tangan anda,  jari tengah ditekuk ke dalam. 
  • Kemudian, 4 jari yang lain dipertemukan ujungnya.
  • Permainan dimulai, hanya 1 pasang jari yang tidak terpisahkan
  • Cobalah membuka ibu jari anda, ibu jari mewakili orang tua, ibu jari bisa dibuka  karena semua manusia mengalami sakit dan mati. Dengan demikian orang tua kita  akan meninggalkan kita suatu hari nanti dan kita tidak akan selamanya hidup dan  tinggal bersama orang tua kita.
  • Tutup kembali ibu jari anda, kemudian buka jari telunjuk anda, jari telunjuk  mewakili kakak dan adik anda, mereka memiliki keluarga sendiri, sehingga mereka  juga akan meninggalkan kita.
  • Sekarang tutup kembali jari telunjuk anda, buka jari kelingking, yang mewakili anak-anakkita. Cepat atau lambat anak kita juga akan meninggalkan kita.
  • Selanjutnya, tutup jari kelingking anda, bukalah jari manis anda tempat dimana kita menaruh cincin perkawinan anda, kamu akan heran karena jari tersebut tidak akan bisa dibuka. Karena jari manis mewakili suami dan istri. Selama hidup, anda dan pasangan anda akan terus melekat satu sama lain. 

Ketika otak menerima pesan utk menggerakan jari telunjuk, jempol, tengah, dan kelingking kita. Jari-jari itu dapat digerakkan. Mengapa jari manis tetap diam tak dapat digerakkan meskipun otak ini bersikeras menggoyahkan? Itulah kenapa dari dulu cinta didasarkan pada dorongan kuat dari perasaan, bukan dari otak atau otot. Terasa kan sekeras apapun otak dan otot kita bersikeras menggerakan jari manis kita, tetap tak bisa digoyahkan? Simbol dari cinta sejati.  

Meskipun memiliki makna yang sangat mendalam, cincin pernikahan tetap saja hanya sebuah simbol. Keutuhan suatu rumah tangga tergantung dari pasangan yang menjalaninya serta kuatnya komitmen bersama. Mungkin banyak yang berpikir jari manis yang sulit dipisahkan ketika telapak tangan kita disatukan hanya sebuah kebetulan semata, tetapi meskipun hanya sebuah kebetulan itu adalah kebetulan yang indah bukan? :)

Semoga bermanfaat, happy blogging :)





Sumber:
http://www.thecrowdvoice.com/post/alasan-cincin-pernikahan-dipakai-di-jari-manis-3032910.html
http://yulianakode.blogspot.com/2013/09/kenapa-cincin-kawin-dipakai-di-jari.html http://www.femina.co.id/isu.wanita/topik.hangat/mitos.fakta.cincin.kawin/005/007/60
http://www.tahupedia.com/content/show/125/Alasan-Mengapa-Cincin-Pernikahan-Dipakai-di-Jari-Manis
>>Read More
Terinspirasi dari sebuah tulisan di salah satu majalah, saya tertarik untuk membahas lebih jauh mengenai fenomena menguap. Menguap disini maksudnya bukan perubahan zat dari cair menjadi gas melainkan menguap yang dalam bahasa inggris kita sebut dengan “yawn”. Ngerti kan? Yang gak ngerti ambil kamus dulu deh, hehehe :p
Apakah Anda pernah melihat seseorang yang menguap, kemudian secara tak sengaja ikut menguap juga? Jika iya, tentunya Anda sepakat dengan kemungkinan bahwa menguap seringkali bisa menular dari satu orang ke orang lain. Saya adalah orang yang sangat mudah tertulari “penyakit” menguap, terutama ketika sedang belajar di kampus. Pada suatu pagi yang cerah, dengan keadaan sehat secara lahir dan bathin, kondisi tubuh fit dan mood sedang normal dengan serius saya memperhatikan penjelasan dosen yang lebih mirip dengan nyanyian nina bobo (pak dosen maafkan mahasiswa mu yang imut ini). Meskipun atmosfer mengantuk sudah mengelilingi kelas, tapi iman saya tidak goyah mata saya masih melotot memandangi slide. Sampai suatu ketika teman disamping saya melakukan aktivitas yang sungguh sangat tidak layak untuk saya saksikan. Yakk dia menguap, menguap begitu saja didepan mata kepala saya sendiri. Hingga akhirnya beberapa menit kemudian saya sukses tertular menguap, beberapa saat kemudian beberapa teman juga ikut menguap. Lah ini kok semua pada ikutan nguap, akan kah di kelas kami terjadi fenomena menguap masal? :v
Dari kejadian tersebut saya mulai menarik kesimpulan, ternyata menguap tidak selalu disebabkan oleh rasa kantuk dan menguap itu menular! Nah, apakah yang menyebabkan menguap bisa menular? Let’s find out..!!!

Mengapa kita menguap?
Menguap merupakan sebuah refleks dimana kita merenggangkan rahang dengan membuka lebar-lebar mulut dan dengan menarik napas dalam-dalam, serta diikuti dengan mengeluarkan napas pendek. Alasan mengapa kita menguap sendiri masih menjadi misteri yang memiliki banyak teori namun sedikit yang terbukti secara nyata, tapi tidak berarti belum ada penjelasan terkait hal ini. Menguap sendiri tidak hanya dilakukan pada saat kita baru bangun pagi ataupun mengantuk, hal ini juga kemungkin besar dapat terjadi saat kita melihat orang lain menguap. Hal ini juga terlihat pada binatang dan dikatakan bayi dalam janin saja dapat menguap. Ada sebuah teori mengatakan kita menguap karena kita kekurangan oksigen dan dengan menguap maka banyaknya oksigen yang masuk akan membuat kita lebih sadar. Teori yang masuk akal bukan? Namun itu hanyalah mitos dan tidak benar. Masih banyak lagi teori seputar hal ini dimulai dari karena bosan, hingga tubuh yang berusaha membuat paru-paru tetap sehat, namun yang paling baru dan cukup dipercaya adalah berikut ini.
Berdasarkan sebuah hipotesis, alasan sebenarnya adalah karena itu bertindak sebagai pendingin, ini berdasarkan sebuah percobaan kompres panas dan kompres dingin. Mereka yang meletakkan kompres panas di kepala mereka menguap sebanyak 41% kali dibandingkan mereka yang meletakkan kompres dingin hanya 9%. Hipotesis tersebut menyebutkan bahwa otak manusia lebih cepat panas dibandingkan organ lainya, dengan menguap maka udara yang masuk akan membuat tubuh kita mengalami sebuah proses alamiah yang mendorong alur darah ke kepala dan pergantian udara saat kita menarik napas dan mengelauarkannya kembali akan mengubah temperatur aliran darah tersebut menjadi lebih dingin.

Kenapa menguap bisa menular?
Tanpa disadari seringkali saat melihat orang lain menguap akan ikut-ikutan menguap. Bukan karena latah kalau yang melihat ikutan menguap, karena menguap memang bisa menular. Sebuah studi menemukan bahwa saat ditunjukkan video orang lain menguap, sekitar 50% partisipan juga ikut menguap. Uniknya adalah ini juga terjadi pada binatang seperti monyet,baboon, dan yang paling mengagumkan adalah anjing, mereka ditemukan dapat menguap saat mendengar majikan mereka juga menguap.

Selama ini peneliti percaya bahwa orang yang mudah tertular menguap adalah orang yang memiliki empati tinggi. Namun peneliti membantah hal tersebut. Mereka berkeyakinan bahwa orang yang tertular saat melihat orang lain menguap sebenarnya memiliki gelombang emosi yang sama dengan orang tersebut. Peneliti mendokumentasikan dengan baik ketika seseorang merespon dengan cara melihat, mendengar, atau memikirkan tentang orang yang menguap. Menguap yang seperti ini sangat berbeda dengan yang spontan akibat terlalu lelah atau bosan. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa menguap yang menular tak berkaitan dengan empati, rasa lelah, energi, dan kecenderungannya menurun dengan bertambahnya usia. Hasil ini didapatkan peneliti setelah mereka mengamati 328 orang sehat yang menguap ketika melihat video orang menguap berdurasi tiga menit. Beberapa partisipan diketahui lebih mudah tertular dan ikut menguap dibandingkan dengan partisipan lainnya, seperti dilansir oleh Health Day News (14/03).

Peneliti menemukan bahwa usia adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kecenderungan seseorang untuk tertular menguap atau tidak. Orang yang lebih tua biasanya lebih sulit untuk tertular ketika melihat orang menguap. Namun usia hanya mempengaruhi sekitar delapan persen kecenderungan orang untuk menguap. "Penelitian ini mengungkap bahwa menguap yang menular sama sekali tak berkaitan dengan empati," ungkap Elizabeth Cirulli dari Duke University School of Medicine. Peneliti juga menemukan bahwa orang yang memiliki autisme dan schizophrenia memiliki kemungkinan yang sangat kecil untuk tertular ketika melihat orang menguap. Sejauh ini mereka mengetahui bahwa menguap berkaitan dengan gelombang emosi yang setara dengan orang lain serta dipengaruhi oleh faktor usia.

Penyebab lain menularnya menguap karena aktifnya sistem saraf cermin (mirror neurons system) yaitu neuron yang terletak di bagian depan setiap belahan otak vertebrata tertentu. Ketika menerima stimulus (rangsangan) dari spesies yang sama, maka spesies tersebut juga akan mengaktifkan daerah yang sama di otak. Hal inilah yang menyebabkan seseorang akan menguap jika melihat oang lain menguap. Sistem saraf cermin ini bertindak sebagai penggerak untuk meniru dan bertanggung jawab terhadap pembelajaran manusia. Karenanya menguap sering dianggap sebagai cabang dari impuls (gerakan) tiruan yang sama. Jika pusat dari sistem neuron cermin tidak aktif saat melihat seseorang menguap, maka hal ini tidak akan memiliki hubungan dengan keinginan merespons untuk menguap. Semakin kuat seseorang ingin menguap, maka semakin kuat aktivasi dari bagian otak periamygdalar kiri. Hasil temuan ini merupakan tanda neurofisiologis pertama yang mengungkapkan bahwa menguap bisa menular. Daerah periamygdalar adalah zona yang terletak di samping amigdala dan struktur bentuknya seperti kacang almond yang terletak jauh di dalam otak. Aktivasi beberapa bahan kimia yang ditemukan di otak, misalnya, serotonin, dopamin, glutamin, asam glutamat dan oksida nitrat, dapat pula meningkatkan frekuensi menguap. Sedangkan beberapa bahan kimia lain seperti endorfin justru bisa mengurangi frekuensi menguap. Beberapa studi menunjukkan manfaat dari menguap yaitu dapat menstabilkan tekanan di kedua sisi gendang telinga atau mirip dengan peregangan, melenturkan otot dan sendi pada tubuh serta meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung.

Menguap merupakan hal alami yang wajar, meskipun beberapa studi mengatakan menguap memiliki beberapa manfaat tapi jangan keterusan dan keseringan menguap terlebih lagi di tempat umum, menguap harus pakai etika. Belum lagi kalau punya masalah dengan bau mulut :v
Nah, saya punya tips nih untuk teman-teman yang mau jalan sama gebetannya. Pastikan kalian dalam kondisi fit alias tidak mengantuk, karena hal tersebut akan sangat berbahaya. Bukannya makan bareng atau nonton bareng tapi jadinya malah nguap bareng :v

Semoga bermanfaat, happy blogging :)





Sumber:
http://www.yohanessurya.com/activities.php?pid=20201&id=103
http://www.merdeka.com/sehat/kenapa-menguap-seringkali-menular.html
http://health.detik.com/read/2010/04/08/133543/1334604/766/menguap-bisa-menular
http://www.tahupedia.com/content/show/324/Mengapa-Kita-Menguap-dan-Mengapa-itu-Menular
>>Read More

Monday, 14 July 2014


Hallo good people :D *ala presenter*
Dimna pun kalian berada, dibelahan bumi manapun kalian menetap, jangan pernah ada yang bersedih apalagi menggalau ria. Karena sekarang ada kabar gembira untuk kita semua. Yap, kulit manggis kini ada ekstraknya :v #apasih. Hahaha, mari lupakan kulit manggis sejenak, disini sebenarnya saya ingin memberitahukan bahwa UAS sudah berakhir *tebar bunga*. Dan apakah artinya? Yayaya benar sekali liburan sudah tiba dan tentunya setelah liburan akan ada tahun akademik baru. Dan apakah artinya? Artinya adalah akan tiba sekumpulan cabe dan terong #ehh maksudnya sekumpulan mantan anak SMA yang lazim kita sebut dengan calon mahasiswa alias nama kerennya MABA (Mahasiswa Baru). (para senior jones ini surga kalian :3).

Nah biasanya sebelum resmi menjadi mahasiswa para Maba ini akan melewati suatu tradisi yang disebut dengan OSPEK. Bagi sebagian mahasiswa baru (maba), Ospek bisa menjadi hal yang menakutkan untuk diikuti. Cerita-cerita yang beredar kerap mengidentikkan Ospek sebagai ajang balas dendam para senior. Tekanan mental dan fisik harus siap diterima maba sebagai junior. Padahal, sesuai namanya, Ospek adalah ajang pengenalan studi dan lingkungan dunia kampus, yang tentu saja penting dan wajib untuk diikuti para maba. Jika seorang maba mempersiapkan dirinya sebaik-baiknya sebelum dan pada saat mengikuti Ospek, tentu ia tidak akan kesulitan mengikuti tahap demi tahap selama masa Ospek. Nah kira persiapan-persiapan apa yang harus dilakukan sebelum ospek dan bagaimana tips dalam menghadapi ospek? MABA wajib baca! :D

OSPEK itu apa sih? OSPEK merupakan kependekan dari "Orentasi dan Pengenalan Kampus". Dari situ sudah jelas OSPEK itu bukanlah ajang balas dendam senior terhadap junior, apalagi sampai ada kekerasan fisik yang membuat trauma. Ospek itu bertujuan agar mental para MABA (Mahasiswa Baru) semakin terlatih. Agar sifat-sifat manjanya hilang, sifat malas yang pernah melekat pada diri kita itu pudar, terus juga menghilangkan sifat cengeng yang ada pas jaman SMA dulu. Selain itu OSPEK juga bertujuan agar Maba bisa lebih mengenal tentang lingkungan Universitas yang baru. Nah biasanya saat ospek kalian akan bertemu dengan hal-hal berikut ini:
Peraturan
Seperti namanya aturan berfungsi untuk mengatur, aturan dibuat bukan untuk dilanggar melainkan untuk dipatuhi. Di dunia ini kalau tidak ada peraturan pasti aka nada kerusuhan dimana-mana. Nah begitu juga dengan ospek, peraturan merupakan dasar dari Ospek. Peraturan biasanya dibuat agar peserta merasa aman dan tenang tanpa ada maksud untuk melukai para Maba. Dengan adanya peraturan tanpa  disadari kamu sudah belajar tentang pentingnya menaati aturan agar kedepannya jadi lebih baik lagi.

Atribut Konyol
Yap! Peralatan atau hiasan yang aneh seakan-akan wajib harus ada pada saat Ospek. Bagaimana tidak konyol, kamu harus memakai topi yang super aneh, kalung permen, kemudian kaos kaki beda warna, lengkap dengan pengenal nama yang digantung dileher. Ini sebenarnya bertujuan baik agar kamu belajar dari apa yang namanya tanggung jawab serta menguji kesabaran dan keberanian kamu .Namun sering disalah gunakan para senior sebagai ajang menjaili maba. Tapi tenang saja akhir-akhir ini atribut-atribut seperti ini sudah tidak pernah diberlakukan lagi karena minim nilai edukasi.

Teka-teki
Biasanya pas masa Ospek kamu bakalan dapat ini dari kakak-kakak panitia Ospek. Entah itu disuruh bawa buah perdamaian avatar, ratu perak, minuman bahagia, minuman pH netral, aneh-aneh deh pokoknya. Ini semua bertujuan agar kamu dapat menguji batas pemikiran sebuah pemecahan masalah serta menguji kemampuan nalar mu untuk memecahkan sebuah teka-teki.

Senioritas
Senioritas disini sebenarnya tidak bertujuan untuk menakuti para maba ataupun mem-bully maba. Senioritas itu bermaksud untuk menghormati kakak kelas atau orang yang lebih tua. Tapi bukan merasa untuk di tuakan. Dengan adanya ini kamu bisa menjadi orang yang bisa menghormati orang yang lebih tua.

Kepala Plontos
Semua maba laki-laki tentu saja akan mengalami hal ini. Setiap MABA harus merelakan kepalanya diplontos selama mengikuti ospek. Tujuannya adalah untuk melatih kalian disiplin dan berpenampilan rapi. Ga kebayang kalau seorang mahasiswa rambutnya semraut dan urak-urakan, sungguh sangat tidak kece :3

Maba ku tersayang itulah beberapa hal yang akan kalian temukan pada saat menghadapi ospek. Bagaimana? Masih pada takut ospek? Takut ketemu senior yang galak? Baiklah berikut ini ada beberapa persiapan dan tips yang wajib kalian lakukan untuk persiapan ospek.
Persiapan fisik dan mental
Menjaga kondisi tetap fit dan sehat menjelang masa Ospek adalah hal yang penting. Selain itu mental kamu juga harus siap, dengan selalu berpikiran positif bahwa Ospek yang akan kamu jalani bukanlah hal yang berakibat buruk. Sebaliknya, tanamkan dalam diri kamu bahwa Ospek bermanfaat sebagai pijakan untuk memasuki duniamu yang baru.

Bagi perantau, carilah kos yang dekat kampus
Ospek biasanya dimulai pagi hari, harus tepat waktu dan wajib masuk setiap hari. Alangkah baiknya jika kamu mencari lokasi kos yang dekat dengan kampus, terutama bagi kamu para mahasiswa yang merantau. Jika ada barang penting yang ketinggalan di kos saat berangkat Ospek, tentu akan lebih mudah dan cepat untuk mengambilnya. Lebih bagus lagi jika kamu ngekos bersama dengan teman satu angkatan yang sama-sama ikut Ospek di kampus yang sama. Keuntungannya, kamu bisa bekerja sama dengan teman kamu jika ada tugas-tugas yang diberikan sebagai PR.

Ingat Sarapan, pastikan perut terisi dan gizi tercukupi
Meskipun ngekos dan jauh dari orang tua, kamu harus memperhatikan pola makan dan minum kamu. Belajarlah mandiri mengurus diri sendiri. Sarapan pagi sangat penting untuk menjaga stamina tetap fit selama seharian menjalani Ospek. Maka menyediakan stok buah-buahan, roti, susu dan air mineral sangat berarti demi menjaga tubuh tetap fit. Lebih bagus lagi jika kamu memilih tempat kos yang dekat dengan warung makan dan pemiliknya bisa menyediakan makanan sehat sewaktu-waktu kamu butuhkan, termasuk di pagi hari sebelum berangkat Ospek.

Buat cek list
Tugas dan barang-barang yang harus dibawa saat Ospek biasanya banyak dan terkadang aneh-aneh. Maka dari itu penting sekali membuat cek list atau daftar apa saja yang mesti kamu kerjakan atau dibawa ke kampus saat Ospek. Tulis di kertas folio dan tempelkan di dinding kamar kamu. Cek satu per satu jika sudah siap dan masuk ke dalam tas kamu. Hal ini untuk memastikan tak ada yang terlupa atau ketinggalan.

Hindari dandan berlebihan
Biasanya maba perempuan akan menjadi sorotan jika berpenampilan mencolok, entah itu gaya berpakaiannya atau riasan di wajahnya. Nah, jika kamu memang tidak ingin menarik perhatian atau mencari masalah, sebaiknya tidak usah dandan secara berlebihan, wajar-wajar saja lah. Tidak perlu juga menyemprotkan parfum dengan wangi yang tajam. Ingat, ini Ospek bukan tempat kondangan.

Serius tapi santai
Ospek tentu saja harus diikuti dengan serius, tapi hindari bersikap tegang. Santai saja, kamu tidak sedang berhadapan dengan marabahaya kok. Ikuti setiap perintah senior dengan wajar, jangan juga berlebihan, sok akrab, sok gaul, atau sok pintar. Percaya diri itu penting, tapi jangan ke-pede-an. Menjadi diri sendiri adalah lebih baik, sambil belajar hal-hal baik yang bisa diperoleh dari kegiatan Ospek yang kamu ikuti.

Kenali teman-teman baru kamu
Salah satu tujuan dari Ospek adalah memupuk solidaritas dengan teman-teman baru satu angkatan. Maka, selain nama senior panitia Ospek, berusahalah mengenal satu per satu teman baru kamu selama masa Ospek. Paling tidak kamu bisa menyebut nama mereka dan membedakannya satu sama lain meski saat Ospke dandanan mereka sama, kunciran rambut sama dan bau badan pun hampir sama.

Jangan Banyak Mengeluh
Sudah jelas tujuan Ospek agar kamu dapat berubah menjadi anak yang mandiri dan tidak lembek serta manja. Nah jadi sebisa mungkin kamu harus bisa menghindari yang namanya mengeluh untuk hal-hal yang nggak penting selama Ospek. Semakin kalian mengeluh maka senior kamu bakalan lebih semangat lagi buat ngerjain kamu. Semakin kamu mengeluh, maka akan semakin tersiksa.

Harus Kompak
Selama masa Ospek kamu harus kompak satu sama lain. Di dalam Ospek kalian akan diajari kekompakan. Satu sakit, yang lain juga merasakannya. Begitu juga sebaliknya. Semua tantangan yang diberikan oleh kakak-kakak senior bakalan lebih terasa ringan kalau kalian saling kompak satu sama lain.

Disiplin
Ini juga merupakan hal yang penting bagi Maba. Jangan pernah terlambat datang ke kampus. Karena senior akan memberi hukuman. Pasti itu!. kalau senior menyuruh membawa perlengkapan ini itu selama masa Ospek ya harus dibawa. Soalnya senior bakal mencari-cari kesalahan terkecil apapun untuk menghukum kamu. Pokoknya jangan pernah melawan atau melanggar aturan jangan mencari gara-gara kalau kalian tidak ingin menggali kuburan kalian sendiri. Hehehe

Sebenarnya tidak ada yang perlu ditakuti dari kegiatan Ospek. Selama masih menaati peraturan, serta tidak adanya tindak kekerasan, semuanya akan baik-baik aja. Jangan ada lagi yang meninggal hanya gara-gara Ospek. Karena Ospek itu sendiri sejatinya adalah untuk pembentukkan karakter agar para Maba yang bakal masuk ke Universitas baru mempunyai sifat tanggung jawab, disiplin, kompak, tidak manja, tegas, dan berpemikiran luas. Bukan ajang balas dendam apalagi sampai ada penyiksaan yang membuat hilangnya nyawa seseorang.

Are you ready MABA? :D
see you at campus…

Love
Your Senpai





Sumber:
http://muda.kompasiana.com/2013/09/04/ini-dia-tips-menghadpi-ospek-589797.html
http://ngehekal.blogspot.com/2014/05/semua-tentang-ospek.html
http://www.shitlicious.com/2011/07/ospek-siapa-takut.html
http://darmandj89.wordpress.com/2013/02/07/tips-menghadapi-ospek-dan-senior/
http://alhifnie.wordpress.com/2011/08/19/persiapan-menghadapi-ospek/

https://blog.ub.ac.id/deapristotia/2013/04/08/tips-maba-buat-ngadepin-ospek-plus-kakak-senior-yang-galak/
>>Read More