Saturday, 2 May 2015

Asam, Garam dan Gula Mahasiswa Tingkat Akhir

Halooooo semuanyaaaaaa…. I’m coming…!!! Akhirnya saya punya waktu untuk menulis lagi setelah hampir berbulan-bulan blog ini terbengkalai :’) *terharu*
Baiklah tanpa basi-basi panjang x lebar x tinggi, kita langsung saja membaca judul dari postingan ini. Asam Garam Gula? Lah emang bumbu dapur? Ya mungkin begitulah suasana hati yang sedang saya alami beberapa bulan terakhir ini. Layaknya bumbu dapur, berbagai macam jenis perasaan campur aduk menjadi satu, tidak dapat dipisahkan dan saling melengkapi. Saya menempuh pendidikan Diploma III dan saat ini saya sudah memasuki semester enam. Itu artinya saya sudah memasuki lembah kegalauan yang akan dihadapi oleh semua mahasiswa ingkat akhir di muka bumi ini. Title “Mahasiswa Tingkat Akhir” sudah saya sandang, dan berikut adalah cerita Asam, Garam dan Gula saya dalam menjalani masa-masa sebagai mahasiswa tingkat akhir :’) *terharu lagi*



Seperti yang kalian bayangkan, bahwa setiap jenjang pendidikan pasti memiliki goal untuk bisa dikatakan lulus selama menempuh pendidikan tersebut. Sama halnya dengan mahasiswa, mahasiswa bila telah mencapai tingkat akhir akan mengalami masa-masa  sulit, yaitu skripsi. Skripsi biasanya dibuat oleh mahasiswa S1 sedangkan saya yang mengenyam pendidikan Diploma III mengerjakan tugas akhir yang disebut dengan KTI (Karya Tulis Ilmiah). Sebagai mahasiswa kesehatan (oke disini saya lupa menyebutkan bahwa saya adalah mahasiswa D-III jurusan analis kesehatan di salah satu perguruan tinggi negeri di Bali) tugas akhir saya tidak hanya bergelut dengan KTI tetapi ada berbagai macam praktek lapangan yang harus saya jalani dan waktunya berbarengan dengan penyusunan KTI. Hal ini mungkin karena diploma adalah program vokasi dimana kemampuan praktek lebih diutamakan (40 % teori dan 60 % praktek).

Penyusunan proposal, seminar proposal, Praktek Kerja Lapangan (PKL) di RS, Penelitian, Ujian PKL, Praktek Kerja Masyarakat Desa (PKMD), Ujian PKMD, Sidang KTI, Ujian PPK (Penilain Pencapaian Kompetensi), UK (Ujian Kompetensi), mungkin itulah beberapa kewajiban-kewajiban yang harus saya penuhi selama semester enam ini. Kalau dipikirkan memang agak banyak dan kalau hanya dipikirkan tanpa dikerjakan pasti tidak akan pernah selesai. Penyusunan tugas akhir (KTI) tentu saja menjadi trending topic diantara tugas-tugas lainnya. Bobotnya yang cuma 5 SKS bisa mengalahkan PKL yg bobotnya 9 SKS. Sensasi mengerjakan tugas akhir memang terasa berbeda, cukup menguras pikiran, energi dan tentunya isi kantong. Berikut ini adalah hal-hal menarik yang saya alami dan mungkin semua orang pernah mengalaminya juga selama menjadi mahasiswa tingkat akhir.

Rajin bengong
Hal ini biasanya sering dialami pada masa pencarian jati diri ehh maksudnya pada masa-masa pencarian judul. Saat kita benar-benar merenung untuk mencari judul, inspirasi itu seakan-akan enggan untuk mampir ke otak kita. Akan tetapi kadang kala saat kita tidak memikirkan apapun inpirasi malah datang silih berganti. Ada kalanya kita sudah mempunyai beberapa list judul akan tetapi saat dikonsultasikan dengan dosen pembimbing semuanya ditolak, ya SEMUANYA DITOLAK T.T hancur hati adik bang *playing sakitnya tuh disini-cita citata*
Kiat dari semua ini sebenarnya adalah rajin membaca, peka terhadap perkembangan masalah di masyarakat, kreatif, inovatif serta RAJIN BIMBINGAN. Niscaya sebuah judul yang kece akan anda dapatkan.

Diusir Petugas Perpustakaan
Saat menjadi mahasiswa tingkat akhir perpustakaan adalah tongkrongan wajib. Entah itu mencari inspirasi judul, mencari sumber bacaan atau ngebongkar lemari buku di perpus *ehh. Saking cintanya dengan perpustakaan bisa-bisa buku kunjungan dipenuhi dengan daftar nama mu dan saking betahnya kamu di perpus terkadang dari pagi sampai sore kamu tidak beranjak dari tempat duduk mu sampai-sampai kamu diusir oleh petugas perpustakaan karena sudah waktunya tutup. Diusir kadangkala menjadi agenda wajib, untung saja belum pernah dikunci dari luar karena buka lapak di perpustakaan :v

Rajin bayar denda di perpustakaan
Tujuan ke perpustakaan selain membaca buku tentu saja adalah meminjam buku. Buku yang dipinjam juga terkadang lebih dari satu. Pokoknya kalau isinya ada yang nyangkut-nyangkut sama penelitianmu langsung libas. Saking cintanya sama tuh buku terkadang kamu lupa mengembalikannya dan jadi langganan denda :’v

Tiba-tiba menjadi anggota perpustakaan daerah
Buku-buku di perpustakaan kampus kadang kala tak ada yang relevan dengan penelitian yang kamu buat. Pilihan berikutnya adalah perpustakaan daerah yang ada di wilayah mu. Untuk bisa meminjam buka di perpusda tentu saja kamu harus menjadi member disana. Kamu mendadak menjadi member demi bisa meminjam buku padahal pada awalnya kamu tidak tahu dimana letak perpusda itu bahkan kamu tidak tahu kalau perpusda itu ada. Hahahaha

Menunggu dosen pembimbing sampai jamuran
Ini adalah hal mainstream yang pasti dialami oleh semua mahasiswa tingkat akhir. Menunggu dosen pembimbing mungkin lebih menyakitkan ketimbang menunggu jodoh #eaa, Jadwal bimbingan pagi tapi karena ada sesuatu dan lain hal jadwal mu diundur menjadi sore, pulang segan tinggal pun ogah. Dan pada akhirnya yang kamu lakukan tetaplah menunggu, jika kamu beruntung kamu tidak akan jamuran sendiri, ada teman yang bisa kamu ajak jamuran bareng :’)

Mendadak punya back-up data
Tidak bisa dibayangkan tugas akhir yang sudah kamu buat berbulan-bulan tiba-tiba lenyap karena laptop mu rusak atau terserang virus. Untuk jaga-jaga kamu pun mendadak memback-up semua data-data tugas akhir. Drop box, Google drive, bahkan sampai e-mail dan facebook menjadi tempat penyimpanan mu, flashdisk ortu, flashdisk teman-teman sekelas, bila perlu flashdisk dosen bisa menjadi sasaran untuk menitip back-up tugas akhir mu atau mungkin agar tidak mainstream bisa kamu titip di flashdisk mantan #eeaaaa :v

Kamu bisa teleportasi!
Ya kamu punya kemampuan baru yaitu teleportasi. Pagi praktek dirumah sakit, siang bimbingan ke kampus, sore penelitian di lab, malam lembur ngerjain tugas. Terlebih lagi jarak antara rumah sakit, kampus, tempat penelitian dan kos tidaklah dekat. Disaat-saat seperti ini kamu akan berharap pintu kemana saja itu ada :’)

Penelitian mu tertunda
ohh Tuhan ini adalah hal yang paling ditakutkan dan paling menyakitkan. Saat kamu kesusahan untuk menyesuaikan waktu antara tugas praktek mu di Rumah Sakit dan jadwal penelitian mu di lab dan penelitian mu harus terus diundur, rasanya itu kayak ketusuk tombaknya lancer, ketebas pedangnya saber, dan panahnya archer tembus sampai ke jantung. Sakit pokoknya sakit sakit sakit T.T

Kanker
Kanker alias kantong kering, ya memang beginilah nasib mahasiswa tingkat akhir. Fotocopy, print, fotocopy, print, beli buku, bayar denda perpus, biaya penelitian, biaya bensin karena aktifitas teleportasi, dan pengeluaran-pengeluaran lainnya. Irit-iritlah saat manjadi mahasiswa tingkat akhir karena mahasiswa tingkat akhir itu sangat dekat dengan kata “tekor dan kere”

Tuhan bersama mahasiswa tingkat akhir :')

Sebenarnya masih banyak lagi hal-hal menarik dan lucu yang biasa dialami mahasiswa tingkat akhir, tapi jika saya tulis semua maka panjang postingan ini akan mengalahkan panjang tugas akhir saya :p jadi cukup sekian saja.
Apapun asam garam dari title mahasiswa tingkat akhir jika dijalani dan dikerjakan dengan sungguh-sungguh maka niscaya gula yang akan kita dapatkan. Diantara duka, lelah, dan sakit yang dialamai pasti saja akan terselip suka yang berlimpah. Nikmati prosesnya dan petik hasilnya :) 

HIDUP MAHASISWA TINGKAT AKHIR..!!!

0 comments:

Post a Comment