Wednesday, 5 March 2014

"Oh", Bombay Blood Type

Hari kedua kuliah di semester 4 \(^o^)/
mata kuliah baru plus dosen baru, hehehe
Transfusi Darah, yak ini adalah salah satu mata kuliah baru di semester ini. Pertemuan pertama udah diajak bahas golongan darah sama Dosen, tapi ada yang seru nih pas lagi bahas materi ini. Ternyata oh ternyata Golongan darah ga cuma A, B, O, dan AB seperti yang telah kita ketahui bersama. Ada Newbie di dunia penggolongan darah, siapakah dia? Tengterenggg… Golongan Darah Oh (O Bombay). Golongan darah ini cukup asing di telinga kita, selain kasusnya memang baru beberapa tahun terakhir ini ditemukan golongan darah ini juga sangat jarang menampakkan diri. Berhubung saya penasaran dengan golongan darah ini dan berhubung sang dosen juga memberikan tugas untuk mencari informasi tentang "si Bombay", marilah kita ulas bersama-sama siapakah "si Bombay" itu sebenarnya.


Secara umum, masyarakat hanya mengenal golongan darah berdasarkan jenis antigen dan rhesus. Untuk jenis antigen, golongan darah terbagi atas A, B, AB, dan O. Sedangkan untuk rhesus, yang didasarkan atas ada tidaknya antigen D, terbagi atas positif dan negatif.Golongan darah A misalnya, memiliki antigen A di permukaan sel darah merahnya (eritrosit). Selanjutnya bila ditemukan antigen D, maka golongan darah tersebut menjadi A+. Adanya antigen A menyebabkan tubuh membentuk antibodi B. Sementara adanya antigen D menyebabkan tubuh tidak membuat antibodi. Dengan sifat seperti ini maka golongan darah A+, hanya bisa menerima dan menyumbang kepada golongan yang sama. Well, jika membicarakan tentang golongan darah banyak sekali yang bisa kita bahas. Tapi kali ini kita hanya akan fokus pada "si Bombay".

Pada tahun 1978 telah ditemukan 2 kasus tipe darah O Para Bombay di Indonesia. Tipe darah O Bombay merupakan tipe darah yang Sangat jarang ditemukan. Pertama kali tipe darah ini ditemukan di Bombay (India Timur) tahun 1950 (inilah kenapa namanya O “Bombay”). Tipe darah bombay ini merupakan tipe darah yang tidak memiliki ekspresi antigen sistem ABO dipermukaan sel darahnya. Jika diperiksa dengan sistem biasa maka akan muncul tipe darah O namun tidak bisa menerima transfusi dari tipe O karena memang sebenarnya berbeda. Tipe darah Bombay adalah tipe darah dengan fenotipe hh atau mereka tidak mengekspresikan antigen H/substansi H (antigen yang terbaca sebagai tipe darah O). Suatu kejadian langka karena presentasi kejadian ini sangat kecil, mengingat substansi H adalah sangat dominan dibanding h. Orang-orang bertipe darah bombay Hanya Dapat menerima donor darah dari orang yang memiliki tipe darah bombay juga, kalau tidak akan terjadi aglutinasi (penggumpalan) di dalam darah.

Penyebaran golongan darah parabombay sama sekali tidak bergantung ras. Penyebaran semata bergantung pada jenis antigen yang dimiliki. Bila pemilik golongan darah O berantigen Hh menikah dengan orang dengan golongan darah sama, maka kemungkinan 25 persen anaknya memiliki golongan darah O parabombay. Tentunya, pemilik antigen Hh bisa berasal dari dalam atau luar Indonesia. Hal ini jelas berbeda dengan penggolongan berdasarkan rhesus. Dalam rhesus, kemungkinan besar rhesus negatif dimiliki warga Amerika, Eropa, atau Australia. Sedangkan orang Indonesia sebagian besar berhesus positif. Parabombay sama sekali tidak bergantung pada ras, semata jenis antigen yang ada.

O Bombay merupakan golongan darah yang sangat langka. Namun demikian, selain golongan darah tersebut, masih terdapat banyak cara penggolongan darah, yang terutama dilakukan untuk mengenali sistem pengelompokkan darah di suku-suku tertentu. Berikut adalah beberapa golongan darah yang dianggap paling langka. 

Lutheran
Penggolongan darah ini didasarkan pada gen di kromosom 19. Sistem ini didasarkan pada lokus single dengan antigen Lua dan Lub. Pemilik darah dengan fenotif Lub sangatlah jarang ditemukan. Pasalnya, gen dalam darah golongan Lutheran bertanggung jawab terhadap sekresi senyawa ABH yang bisa menyebabkan terjadinya kegagalan transfusi. 

McLeod
Darah berfenotif McLeod juga dianggap kasus yang sangat jarang terjadi. Pasalnya McLeod merupakan anomali dari sistem penggolongan darah Kell yang mengelompokkan darah menggunakan antigen K, k, dan Kp. Antigen ini ditemukan dalam protein Kell yang juga merupakan faktor penting dalam transfusi. Adapun darah dengan fenotif McLeod tidak bisa dideteksi menggunakan alat pemeriksaan darah biasa, melainkan harus menggunakan tes laboratorium. 

Duffy
Golongan darah Duffy ditemukan pertama kali pada 1920 di benua Afrika di mana para penduduk berkulit hitam punya kekebalan terhadap penyakit malaria. Setelah diteliti lebih lanjut, ternyata darah mereka mengandung antigen Duffy. Uniknya, jenis darah ini hanya terdapat pada mereka yang berkulit hitam dan sangat jarang ditemukan pada ras kaukasia ataupun Asia. 

Diego
Ditemukan pada kromosom 17, golongan darah Diego terbentuk dari 21 antigen. Golongan darah ini hanya ditemukan pada masyarakat asli Amerika, termasuk suku Indian dan ras hispanik serta ras dari Asia Timur. Jenis darah ini pertama kali ditemukan pada 1953 di Venezuela, ketika seorang bayi meninggal karena pendarahan tiga hari setelah dilahirkan dan menolak segala jenis transfusi. Ketika diteliti, ternyata bayi tersebut merupakan keturunan suku asli Amerika dan punya jenis antigen yang berbeda dengan darah normal.

Prosentase kemunculan golongan darah langka ini sangat kecil dan untuk golongan darah O Bombay presentase kemunculannya adalah 1:250.000 yang artinya tiap 250.000 orang hanya ada satu orang bergolongan darah Bombay. Jika anda mempunyai golongan darah Bombay sebaiknya anda segera ke PMI dan menyimpan darah anda agar tidak kesulitan jika sewaktu-waktu anda membutuhkan. Karena akan sangat sulit menemukan seorang donor darah dengan golongan darah ini.
Semoga bermanfaat, Happy blogging ^_^


Sumber
http://www.gerakanberbagi.com/apa-sih-gol-darah-para-bombay/
http://www.ncbi.nlm.nih.gov
http://tipedarah.tumblr.com/post/70550393919/tipe-darah-para-bombay-itu-apa
http://life.viva.co.id/news/read/469219-mengenal-ragam-golongan-darah-langka
http://www.anehdidunia.com/2012/12/mengenal-golongan-darah-bombay.html






0 comments:

Post a Comment