Thursday, 6 March 2014

Dampak Positif dan Negatif Abu Vulkanis

Baru-baru ini Negara kita baru saja dilanda bencana Gunung meletus. Salah satu gunung berapi yang ada di Indonesia yaitu gunung Kelud di daerah Kediri - Blitar meletus dan mengeluarkan lahar panas. Tak hanya lahar saja, Kelud juga mengeluarkan abu vulkanis yang segera menyelimuti seluruh wilayah di sekitarnya. Abu vulkanis, sering disebut juga pasir vulkanis atau jatuhan piroklastik adalah bahan material vulkanik  jatuhan yang disemburkan ke udara saat terjadi suatu letusan, terdiri dari batuan berukuran besar sampai berukuran halus. Batuan yang berukuran besar (bongkah – kerikil) biasanya jatuh disekitar kawah sampai radius 5 – 7 km dari kawah, dan yang berukuran halus dapat jatuh pada jarak mencapai ratusan km bahkan ribuan km dari kawah karena dapat terpengaruh oleh adanya hembusan angin. Letusan Gunung Merapi juga menghasilkan abu vulkanik, baik yang jatuh di daerah-daerah yang dekat dengan Gunung Merapi maupun yang terbang jauh sampai ratusan kilometer.


Hujan debu vulkanis yang turun dengan lebat tak bisa diremehkan begitu saja. Karena jika terhirup, debu vulkanik sangat buruk untuk kesehatan. Tak hanya masalah pernapasan, debu vulkanik juga bisa menyebabkan masalah pada kulit dan mata. Berikut adalah efek buruk abu vulkanik untuk kesehatan yang perlu diwaspadai.
1.      Kesehatan pernapasan
     Menghirup abu vulkanik sangat membahayakan pernapasan. Namun ini juga bergantung pada beberapa faktor seperti konsentrasi abu vulkanik pada udara, durasi hujan vulkanik, dan adanya gas atau aerosol yang tercampur dengan abu vulkanik. Semakin banyak faktor tersebut, maka abu vulkanik semakin berbahaya. Beberapa gejala ketika seseorang mulai terkena masalah akibat abu vulkanik, antara lain:
§  Iritasi saluran pernapasan dan keluarnya ingus
§  Iritasi tenggorokan, radang tenggorokan, dan batuk kering
§  Sakit pada dada, batuk, napas pendek-pendek, napas berbunyi, dan sesak napas
§  Bernapas menjadi tidak nyaman dan sulit.
Abu vulkanis terutama sangat berbahaya pada orang yang memiliki masalah pernapasan sebelumnya, seperti asma, sakit paru-paru, atau bronchitis. Jika ada orang yang memiliki masalah pernapasan, sebaiknya segera diamankan di tempat yang tak terkena abu vulkanik, karena efeknya pada kesehatan mereka akan lebih parah.
2.      Mata
Abu vulkanik yang berukuran kecil tak hanya bisa terhirup oleh hidung, melainkan juga bisa masuk ke mata. Abu vulkanik berbeda dengan abu biasa. Abu vulkanik memiliki sudut kristal yang runcing dan sangat mampu menggores serta mengelupas permukaan mata. Hal ini tak hanya bisa menyebabkan mata menjadi iritasi, tetapi juga merusak kornea. Orang yang paling berisiko terkena iritasi jika ada hujan abu vulkanik adalah orang yang memakai lensa kontak. Sebaiknya lepas lensa kontak dan gunakan kacamata untuk melindungi mata Anda. Masalah yang bisa disebabkan oleh abu vulkanik pada mata, antara lain:
§  Iritasi mata
§  Mata gatal, sakit, dan terasa tak nyaman
§  Mengeluarkan air mata terus-menerus, atau mengeluarkan kotoran mata (belek)
§  Abrasi pada kornea dan goresan pada mata
§  Peradangan pada bola mata karena abu vulkanik yang bisa menyebabkan rasa terbakar, mata merah, dan penurunan daya penglihatan.
Ketika ada abu vulkanik yang masuk ke mata, jangan digosok atau dikucek, karena hal ini akan semakin memperburuk iritasi serta bisa menyebabkan abrasi dan goresan pada kornea. Selain itu, abu vulkanik juga mengandung zat-zat yang bisa berbahaya untuk kesehatan mata.
3.      Kulit
Tak hanya pernapasan dan mata, kulit juga bisa mengalami efek buruk ketika terkena abu vulkanik. Meski jarang dan tak selalu dialami oleh semua orang, namun abu vulkanik juga bisa menyebabkan iritasi kulit. Hal ini biasanya jika abu vulkanik disertai dengan zat berbahaya, atau karena kulit yang sensitif.

Abu vulkanis sangat berbahaya bagi kesehatan, oleh sebab itu diperlukan berbagai cara untuk melindungi diri agar tidak terpapar bahaya abu vulkanis, diantaranya:
1.      Pakailah pakaian pelindung dan masker debu efisiensi tinggi.
2.     Jika tidak ada masker yang sesuai, pakailah masker kain. Bisa menggunakan    sapu tangan, kain, atau pakaian yang dapat menyaring partikel abu yang lebih  besar. Untuk meningkatkan fungsi penyaringan, rendamlah kain dengan air.
3.      Pakailah kacamata, tapi bukan kacamata gelap. Pakailah kacamata yang  bening karena jarak pandang berkurang.
4.      Pasien dengan bronkitis kronis, emfisema, dan asma disarankan tinggal di  dalam rumah serta menghindari paparan abu.
5.      Seringlah minum air putih.
6.      Tutup rapat segala makanan/minuman agar tak terpapar abu.
7.      Berhati-hatilah jika melakukan perjalanan karena jarak pandang yang pendek   bisa menyebabkan rawan kecelakaan.
Ibarat dua sisi mata uang, abu vulkanis dan muntahan gunung merapi tidak hanya membawa dampak buruk dan negatif bagi lingkungan dan makhluk hidup. Akan tetapi juga membawa dampak positif.
1.      Menyuburkan tanah
Pernahkah Anda berpikir kenapa penduduk Indonesia sebagian besar berada di pulau Jawa? Salah satu alasannya adalah pulau Jawa tanahnya subur. Kesuburan tanah ini diakibatkan oleh banyaknya gunung api yang terdapat di pulau Jawa. Ini barangkali salah satu manfaat kegiatan vulkanisme. Kenapa gunung api bisa menyuburkan tanah? Ketika gunung meletus banyak mengeluarkan abu. Abu vulkanis ini pada awalnya menutupi daerah pertanian dan merusak tanaman yang ada. Namun dalam jangka waktu setahun atau dua tahun saja, tanah ini menjadi jauh lebih subur. Kesuburan ini dapat bertahan lama bahkan bisa puluhan tahun. Selain itu tanah hancuran bahan vulkanik sangat banyak mengandung unsur hara yang menyuburkan tanah.
2.      Bahan galian
Bahan galian yang sangat berharga banyak dihasilkan gunung api. Pada saat gunung api masih aktif dihasilkan bahan galian seperti : belerang, pasir, batu bangunan, tras, batu apung, dan sebagainya. Sedangkan pada saat gunung api yang istirahat dapat dihasilkan bahan tambang seperti : emas, perak, besi, timah, marmer, dan lainnya. Di samping itu banyak pula batuan malihan akibat persinggungan magma dengan mineral tertentu, sehingga terbentuk cadangan mineral baru yang lebih berharga, seperti tembaga, batu pualam, dan kokas.
3.      Obyek wisata
Jika Anda pernah mengunjungi kawah Gunung Bromo di Jawa Timur atau Gunung Tangkuban Perahu di Jawa Barat tentunya Anda akan bisa berceritera indahnya gunung api. Memang gunung api bisa menjadi obyek wisata alam yang menarik. Di sini kita bisa menyaksikan kepundan yang menarik, pemandangan yang indah, hawa yang sejuk dan segar, aroma bau belerang, atau keanehan dan keindahan lain yang hanya bisa ditemukan di sekitar gunung api.
4.      Penangkap air hujan
Gunung api juga bermanfaat sebagai penangkap hujan yang baik. Dengan tanahnya yang subur, berakibat pada tumbuh suburnya berbagai tumbuhan dan hutan yang lebat. Ini berarti gunung berapi menjadi tempat reservoir air tanah yang sangat baik. Hutan lebat ini bisa menghasilkan mata air yang sangat berguna terutama sebagai sumber air di musim kemarau. Sedangkan musim hujan, hutan dapat menyerap air dan menahan erosi/longsor sehingga dapat mencegah terjadinya banjir.

Itulah beberapa hal yang dapat dikatakan sebagai musibah dan juga berkah dari letusan gunung berapi. Bencana gunung meletus menjadi sebuah petaka bagi makhluk hidup. Namun ingatlah, dibalik bencana sebuah rencana yang manis telah dirancang oleh Tuhan sebagai hadiah dari gunung merapi tersebut.
Semoga bermanfaat, Happy Blogging ^_^

Sumber:
http://health.kompas.com/read/2014/02/14/0944252/Apa.Bahaya.Debu.Vulkanik.bagi.Kesehatan.
http://www.tribunnews.com/kesehatan/2014/02/15/ini-bahaya-abu-vulkanik-bagi-manusia
http://nasional.news.viva.co.id/news/read/481459-bagaimana-menghindari-bahaya-abu-vulkanik
http://www.merdeka.com/sehat/waspadai-bahaya-abu-vulkanik-untuk-kesehatan.html
http://mountmerapi.net/2010/11/06/cara-melindungi-diri-dari-abu-vulkanik/


3 comments:

  1. makasih banyak buat infronya, sangat bermanfaat dan menambah wawasan,,... salam sukses !! :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. terimakasih :)
      ditunggu kunjungan berikutnya..

      Delete